Reksadana dan Penilaian Efisiensi Pasar

Edi Pranyoto, Susanti -

Abstract


Manajer investasi berusaha agar hasil investasi di Reksadana berada diatas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG yang dijadikan sebagai pembanding ini disebut juga dengan benchmark. Pengelolaan Reksadana dengan target mengalahkan benchmark dikenal dengan strategi pengelolaan aktif atau active management strategy. Strategi tersebut mengharuskan manajer investasi secara aktif mengubah portofolionya dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan pasar agar keuntungan yang didapat menjadi maksimal. Baik buruknya kinerja Reksadana tidak diukur dari seberapa besar return yang dihasilkan ataupun dari seberapa kecil risiko fluktuasi harga tetapi dari selisih antara kinerja Reksadana dengan indeks acuan. Return indeks acuan yang lebih besar daripada return Reksadana menunjukkan kinerja market yang lebih baik daripada kinerja Reksadana Saham. Hal ini berarti bahwa tidak ada investor yang memperoleh keuntungan abnormal atau di sebut pasar efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Reksadana Saham dan Reksadana Indeks dalam penilaian tingkat efisiensi Pasar Modal Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return indeks acuan lebih tinggi daripada return Reksadana saham hal ini menunjukkan kinerja market yang lebih baik daripada kinerja Reksadana Saham. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada investor yang memperoleh keuntungan abnormal atau di sebut pasar efisien, hal ini mengindikasikan Pasar Modal Indonesia sudah efisien.

Kata kunci: Benchmark, reksadana, efisiensi pasar


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.