Reader Comments

belajar online

by qua nta (2019-11-16)

 |  Post Reply

Sejumlah remaja di Inggris memanfaatkan media sosial untuk menciptakan uang dengan sistem yang unik, ialah membikin video perihal mereka sendiri dikala belajar. Tak saja menciptakan pendapatan, mereka sekarang dianggap sebagai selebritas media sosial.

Jade Bowler, Ruby Granger, Jack Edwards dan Eve Cornwell termasuk remaja yang berhasil sebagai seorang studytubers. Aksi mereka dikala belajar disaksikan jutaan kali melewati YouTube oleh pengikutnya.

Melewati video hal yang demikian, mereka membagikan kiat perihal melaksanakan PR dan produktivitas belajar online bagi sesama remaja yang mengalami keadaan yang sama.

Seperti halnya seorang pesohor, masing-masing mereka juga mempunyai seorang manajer.

Jade Bowler, yang memakai nama “Unjaded Jade” dalam YouTube, mempunyai 360 ribu pengikut. Dia membikin video Study With Me yang menampilkan ia belajar selama dua jam penuh. Semenjak tahun 2017, Bowler sudah membikin ratusan video yang memberikan kiat pelaksanaan belajar.

Meskipun Ruby Granger membikin video yang menampilkan dia sedang belajar matematika, melaksanakan tugas kimia, membetulkan tugas Bahasa Inggris dan melaksanakan karangan Filsafat, semuanya sebelum sarapan.

Izzy Siddall, 16 tahun, mengatakan, menonton Studytube membantunya dalam melalui masa ujian dan tak merasa sendirian.

Aku baru saja mengatasi GCSE aku. Jadi menonton video revisi ini amat menolong aku dan mengurangi rasa kesendirian aku, kata Izzy.

Sementara Emily Hilson, 19 tahun, mengatakan, dia seolah-olah seperti mengetahui mereka dan mau tahu apakah mereka bisa menempuh target yang diharapkan.

Anda merasa seperti mengetahui mereka. Anda mau mencontoh mereka dan mengamati apakah mereka menempuh tujuan mereka, kata Emilu.

Berdasarkan sebuah studi baru yang dilaksanakan National Citizen Service atau NCS, 29 persen remaja mengakui studytubers memberi dukungan sosial bagi murid-murid yang merasa kesepian. Meskipun bagi beberapa orang tua, mereka merasa khawatir bahwa remaja mereka menghabiskan banyak waktu menonton YouTube dibandingi tayangan Layar. Video-video itu mungkin televisi sebagai alasan untuk tak belajar.



Add comment