Reader Comments

Memperingati Valentine Menurut Pandangan Islam

by Mas Abu Hasan Ubai (2020-04-22)


foto: https://www.runimas.com

Menurut information berasal berasal dari Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diakui dapat merujuk terhadap tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda.

Hubungan terhadap ketiga martir ini bersama bersama hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, terhadap tahun 496, menunjukkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang diketahui perihal martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang menunjukkan bahwa Paus Gelasius I sengaja menyita alih alih keputusan perihal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan terhadap tanggal 15 Februari.
Santo atau Orang Suci yang di maksud yakni :
Pastur di Roma
Uskup Interamna (modern Terni)
Martir di provinsi Romawi Afrika.
Sisa-sisa kerangka yang digali berasal berasal dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian di letakkan dalam sebuah peti berasal berasal dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini sudah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI terhadap tahun 1836. Banyak wisatawan kala ini yang berziarah ke gereja ini terhadap hari Valentine (14 Februari), di mana peti berasal berasal dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dikerjakan sebuah misa yang spesifik diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin interaksi cinta.

Hari raya Valentine Days ini dihapus berasal berasal dari kalender gerejawi terhadap tahun 1969 sebagai anggota berasal berasal dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, mencurigakan dan hanya berbasis terhadap legenda saja. Namun pesta ini tetap dirayakan terhadap paroki-paroki tertentu.

Hukum Merayakan Valentine Dalam Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan tak cuman Islam, artinya, ” Barangsiapa menyontoh suatu kaum, maka ia juga berasal berasal dari kaum sehabis itu ” (HR. At-Tirmidzi) .
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang spesifik bagi mereka, sudah disepakati bahwa tingkah laku sehabis itu HARAM “.

Mengapa ? sebab bermakna ia sudah berikan selamat atas tingkah laku mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan tingkah laku sehabis itu lebih besar dosanya di faktor Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai berasal berasal dari terhadap berikan selamat atas tingkah laku minum khamar atau membunuh.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin saat ditanya perihal Valentine’s Day mengatakan, ” Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh ”, sebab alasan sehabis itu :
Pertama : Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada basic hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua : Ia dapat mempunyai dampak hati sibuk bersama bersama perkara-perkara rendahan layaknya ini yang benar-benar bertentangan bersama bersama anjuran para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka.

Contoh masalah : ada seorang gadis menunjukkan bahwa ia tidak mengikuti kepercayaan mereka, hanya saja hari Valentine sehabis itu secara spesifik berikan tambahan arti cinta dan senang citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, mengadakan pesta terhadap hari sehabis itu bukanlah suatu perihal yang sepele, namun lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak menyaksikan batasan normatif dalam pergaulan terhadap pria dan wanita supaya kala ini kita menyaksikan susunan sosial mereka jadi porak-poranda. Hendaknya tiap tiap muslim jadi bangga bersama bersama agamanya, tidak jadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata’ala memelihara kaum muslimin berasal berasal dari segala fitnah (ujian hidup), yang nampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua bersama bersama bimbingan-Nya.

Di dalam ayat lainnya, artinya, ” Kamu tidak dapat mendapati suatu perihal kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang bersama bersama orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22).

Jadi, pemikiran berasal berasal dari hukum Perayaan Valentine adalah sebagai sehabis itu :

Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, lebih-lebih jika yang ditiru adalah suatu perihal yang perihal bersama bersama keyakinan, pemikiran dan tradisi tradisi mereka.
Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya berasal berasal dari terhadap mengucapkan selamat kepada kemaksiatan layaknya doa haji mabrur meminum minuman keras dan sebagainya.
Haram hukumnya umat Islam turut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.
Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati sebab menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh sebab itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut. by. aan