Reader Comments

Usaha Percetakan apakah harus pakai mesin digital printing?

by Jhon Shena (2021-03-18)


Saat ini Indonesia memiliki banyak digital printing, bahkan ada yang mengatakan sudah memasuki masa kejenuhan akibat persaingan harga yang semakin tidak terkendali. Jika dulu semua orang bisa bilang "beli mesin" untuk terjun di bisnis digital printing, sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Untuk ini, Anda harus memahami digital printing agar Anda tidak terjebak dalam keadaan penuh dan mulai menjadi "mendung".

Perkembangan ini memang mendorong impact nya semakin populernya bisnis digital printing di Indonesia. Hampir di semua daerah, bisnis percetakan digital ibarat jamur di musim penghujan. Pada tahap ini, kebanyakan bisnis digital printing masih berkisar pada pencetakan foto dan dokumen. Ketika masyarakat mengetahui bahwa tinta sublimasi dapat digunakan untuk sablon pada kaos, gelas, piring, gelas dan keramik, maka kejernihan sistem infus semakin tinggi. Bahkan EPSON harus meluncurkan sistem infus resmi untuk menghentikan produk infus non-orisinal.

Melihat perkembangan bisnis digital printing, banyak pengusaha yang memperkenalkan mesin digital yang kompleks ke Indonesia. Jika sebelumnya didominasi mesin China, mesin dari Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa mulai masuk ke Indonesia satu per satu. Mesin-mesin berkualitas tinggi ini masuk ke Indonesia untuk memenuhi tantangan kualitas pencetakan yang mulai dipertanyakan konsumen.

Jangan khawatir, bisnis yang fokus lebih mudah bertahan daripada bisnis yang tidak fokus. Banyak percetakan murah yang berharap mesinnya dapat memenuhi semua kebutuhan percetakan, namun kenyataannya semua mesin selalu memiliki keterbatasan. Tidak ada mesin cetak digital yang dapat sepenuhnya memenuhi semua kebutuhan pencetakan digital Anda. Jika Anda ingin mendapatkan semua layanan percetakan murah, Anda harus membeli beberapa jenis mesin yang tentunya akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.